SYAIR TENTANG “HATI IBU” YANG ‘KAN MEMBUATMU BERCUCURAN AIR MATA

أَغْرَى امْرُؤٌ يَوْمًا غُلَامًا جَاهِلًا * بِنُقُودِهِ كَيْمَا يَنَالُ بِهِ الوَطَرْ

Suatu hari, seseorang membujuk seorang bocah yang pandir•••
Dengan iming² uang agar ia beroleh apa yang didamba•••

قَالَ: ائْتِنِي بِفُؤَادِ أُمِّكَ يَا فَتَى * وَلَكَ الدَّرَاهِمُ وَالجَوَاهِرُ وَالدُّرَرْ

Ia berkata : bawakan padaku hati ibumu wahai pemuda•••
Semua dirham, perhiasan dan mutiara ini ‘kan menjadi milikmu•••

فَمَضَى وَأَغْمَدَ خِنْجَرًا فِي صَدْرِهَا * وَالقَلْبُ أَخْرَجَهُ وَعَادَ عَلَى الأَثَرْ

Maka terjadilah, ia menikam dada ibunya dengan belati•••
Lalu ia keluarkan hatinya dengan seketika itu•••

لَكِنَّهُ مِنْ فَرْطِ سُرْعَتِهِ هَوَى * فَتَدَحْرَجَ القَلْبُ المُقَطَّعُ إِذْ عَثَرْ

Namun karena hawa nafsu ia pun ceroboh tergesa²•••
Sehingga jatuhlah hati ibunya menggelinding terkotori debu•••

نَادَاهُ قَلْب الأُمِّ وَهْوَ مُعَفَّرٌ * وَلَدِي حَبِيبِي هَلْ أَصَابَكَ مِنْ ضَرَرْ

Tiba² hati sang ibu memanggilnya dalam keadaan terbalut debu•••
“Wahai anakku, buah hatiku, apakah kamu ditimpa bahaya?”•••

فَكَأَنَّ هَذَا الصَّوْتَ رَغْمَ حُنُوِّهِ * غَضَبُ السَّمَاءِ عَلَى الغُلَامِ قَدِ انْهَمَرْ

Seakan² suara ini meski penuh belas kasih kepadanya•••
Adalah aliran kemurkaan langit kepada seorang bocah•••

وَرَأَى فَظِيعَ جِنَايَةٍ لَمْ يَأْتِهَا * أَحَدٌ سِوَاهُ مُنْذُ تَارِيخِ البَشَرْ

Dia (tersadar) melihat betapa kejinya kejahatan itu•••
Yang belum pernah ada orang lain melakukannya di dalam sejarah manusia•••

وَارْتَدَّ نَحْوَ القَلْبِ يَغْسِلُهُ بِمَا * فَاضَتْ بِهِ عَيْنَاهُ مِنْ سَيْلِ العِبَرْ

Serta merta ia pun berbalik mengambil hati ibunya tersebut dan mencucinya•••
Dengan cucuran air mata yang mengalir begitu derasnya•••

وَيَقُولُ: يَا قَلْبُ انْتَقِمْ مِنِّي وَلَا * تَغْفِرْ فَإِنَّ جَرِيمَتِي لَا تُغْتَفَرْ

Bocah itu berkata, “wahai hati, balaslah aku dan jangan kau maafkan…•••
Karena kejahatanku tidaklah terampuni”•••

وَاسْتَلَّ خِنْجَرَهُ لِيَطْعَنَ صَدْرَهُ * طَعْنًا فَيَبْقَى عِبْرَةً لِمَنِ اعْتَبَرْ

Lalu ia pun menarik belatinya untuk menikam dadanya sendiri•••
Tikaman yang akan memberikan pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajarannya•••

نَادَاهُ قَلْبُ الأُمِّ كُفَّ يَدًا وَلَا * تَذْبَحْ فُؤَادِيَ مَرَّتَيْنِ عَلَى الأَثَرْ

Tiba² hati ibunya itu memanggilnya, “hentikan nak…!•••
Janganlah kau tikam lagi hatiku untuk kedua kalinya!!•••

Sumber : Syair berjudul قلب الأم (HATI SEORANG IBU) karya Ibrahim al-Mundzir rahimahullâhu.
https://ferkous.com/home/?q=rihab-6-18

Saat kubaca syair ini, apalagi saat kuterjemahkan bait²nya, tak kuasa membendung air mata yang mengalir…

Semoga Allah mengasihi, menyayangi dan mengampunimu wahai ibu•••

@abinyasalma

Baca selengkapnya

Bantu Sebarkan Melalui...Email this to someone
email
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Google+
Google+
Share on LinkedIn
Linkedin