Hukum Bermakmum dengan Imam Melalui Speaker Masjid

Bermakmum dengan Imam Melalui Speaker Masjid

Assalamualaikum ww pak Ustad dikamar hotel ada spekernnya kalau kita di hotel dikamar makmum solat dr masjid sah tidak solatnya terima kasih

Dari : Ibu Kuntaraini, di Makkah

Jawaban :

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillah, walhamdulillah was sholaatu wassalam ‘ala Rasulillah, waba’du.

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya pertanyaan senada, “Apakah boleh seorang muslim melakukan sholat mengikuti sholat yang disiarkan live di televisi atau radio, tanpa melihat melihat imam, terkhusus bagi kaum wanita.”

Beliau menjawab :

” لا يجوز للإنسان أن يقتدي بالإمام بواسطة الراديو أو بواسطة التلفزيون ؛ لأن صلاة الجماعة يقصد بها الاجتماع , فلا بد أن تكون في موضع واحد , أو تتصل الصفوف بعضها ببعض , ولا تجوز الصلاة بواسطتهما (الراديو والتليفزيون) وذلك لعدم حصول المقصود بهذا , ولو أننا أجزنا ذلك لأمكن كل واحد أن يصلي في بيته الصلوات الخمس , بل الجمعة أيضاً , وهذا مناف لمشروعية الجمعة والجماعة , وعلى هذا فلا يحل للنساء ولا لغيرهن أن يصلي أحد منهم خلف المذياع أو خلف التلفاز . والله الموفق” اهـ .

Tidak boleh seorang melakukan sholat mengikuti imam melalui perantara siaran live radio ataupun televisi. Karena tujuan dari sholat jama’ah adalah berkumpul. Maka harus dilakukan di satu tempat yang sama, atau shofnya bersambung dengan shof yang lain (dalam satu jama’ah).

Alasan lain tidak boleh sholat jama’ah berperantara radio atau televisi, kalau seandainya kita katakan boleh, masing-masing orang akan sholat lima waktu di rumah. Bahkan sholat Jumat sekalipun. Tentu seperti ini menafikan tujuan dari sholah Jum’at dan sholah jama’ah (yang tujuannya adalah mengumpulkan manusia). Oleh karena itu, tidak boleh bagi kaum wanita dan yang lainnya, berjama’ah mengikuti sholat di radio atau televisi.

Hanya Allah yang dapat memberi taufik.

(Majmu’ Al-Fatawa 15/213)

Komite Kajian Ilmiyah Islam dan Fatwa Kerajaan Saudi Arabia, pernah ditanya pertanyaan senada. Berikut jawabannya :

” لا يجوز للرجال ولا للنساء ضعفاء أو أقوياء أن يصلوا في بيوتهم واحداً أو أكثر جماعة بصلاة الإمام في المسجد ، رابطين صلاتهم معه بصوت المكبر فقط ، سواء كانت الصلاة فريضة أم نافلة ، جمعة أم غيرها ، وسواء كانت بيوتهم وراء الإمام أم أمامه ؛ لوجوب أداء الفرائض جماعة في المساجد على الرجال الأقوياء ، وسقوط ذلك على النساء والضعفاء” اهـ .

Tidak boleh para lelaki dan wanita, orang-orang lemah atau yang masih kuat, untuk sholat di rumah mereka, baik sendirian maupun jama’ah, mengikuti imam di masjid, menyambungkan sholat mereka dengan sholatnya imam melalui perantara pengeras suara saja, baik sholat wajib maupun sunah, sholat Jumat atau sholat lainnya, baik rumahnya berada di belakang imam atau depannya, karena kaum laki-laki yang mampu berkewajiban melakukan sholat fardu berjama’ah di masjid, tidak wajib bagi kaum wanita dan orang-orang lemah.”

(Fatawa Lajnah Daimah 9/218)

Wallahualam bis showab.

Makkah Al-Mukaromah, 24 Sofar 1440 H

Dijawab oleh Ustadz Ahmad Anshori Lc (Pengasuh PP. Hamalatul Quran, DIY)

Anda bisa membaca artikel ini melalui aplikasi Tanya Ustadz untuk Android.
Download Sekarang !!

Dukung Yufid dengan menjadi SPONSOR dan DONATUR.

  • REKENING DONASI : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. YAYASAN YUFID NETWORK
  • KONFIRMASI DONASI hubungi: 087-738-394-989

Baca selengkapnya

Bantu Sebarkan Melalui...Email this to someone
email
Share on Facebook
Facebook
Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on Google+
Google+
Share on LinkedIn
Linkedin